Dari perjalanan Jogja menuju Pantai Indah Kemangi, cerita camping, sampai pekerjaan rumah menjaga persaudaraan Federalist.
Saya memang tidak mengayuh Federal menuju Kendal. Kali ini, Federal Honda yang membawa saya melewati kelokan jalan dari Jogja. Tetapi ketika sampai di KTF #10, ternyata yang membuat perjalanan ini berarti bukan soal moda apa yang saya tunggangi, melainkan ada saudara-saudara yang menunggu di ujung perjalanan jalur utara.
Dari Jogja, Menembus Kelokan Menuju Kendal.
Perjalanan kali ini membawa saya dan teman teman Fedjo bersama Federal Honda dari Jogja menuju Pantai Indah Kemangi, Kendal.
Sebuah perjalanan yang bukan sekadar soal jarak, tetapi juga tentang menikmati setiap kilometer, mengenal tempat baru pertamanya datang ke jalur ini dan bertemu saudara-saudara pesepeda dari berbagai daerah dalam kebersamaan KTF #10.
Dari Jogja, perjalanan saya lalui melewati Magelang,Temanggung, Weleri, hingga akhirnya memasuki wilayah Kendal. Jaraknya tentu bukan perjalanan yang pendek. Namun, bagi teman-teman yang ingin bersepeda, perjalanan seperti ini bisa menjadi gambaran bahwa sebuah touring bukan hanya tentang seberapa jauh kita mampu melangkah, melainkan juga bagaimana menikmati proses menuju tujuan banyak teman seperjalanan saling sapa.
Anda sedang membaca kisah klasik ini. Jadi, silakan duduk santai, siapkan kopi atau teh, dan ikuti cerita saya sampai selesai. Siapa tahu, ada bagian yang mengingatkan Anda pada perjalanan bersama saudara-saudara Federalist.
* Ikuti link instagram @iyink_ws
Semakin mendekati tujuan, suasana jalanan mulai berubah seperti ke arah petilasan Bunda maria Ratu. Rute terakhir menghadirkan kelokan-kelokan di dataran tinggi. Tanjakan, tikungan, dan pemandangan alam seolah menjadi teman perjalanan yang membuat mata enggan berpaling.
Ada rasa lelah,Pantat mati rasa tetapi ada pula kebahagiaan tersendiri ketika perjalanan semakin dekat dengan tujuan. Kadang, justru jalan yang berkelok itulah yang membuat sebuah perjalanan punya cerita untuk dikenang atau bahkan wes kapok ora lewat jalan itu lagi.
Hingga akhirnya, sampailah di ujung jalan tol Semarang Batang kita belok kiri sesuai peta harta karun yang sudah saya buat terlampir.
Saya di Pantai Indah Kemangi, Kendal.
Pantai Kemangi langsung membasuh tangan dan di kening beberapa tetes dengan Ombak Kecil yang menepi air jernih,Pepohonan cemara cukup rimbun, dan patok tenda yang bikin Berpikir dua kali untuk menancapkan patok tenda ke tanah di selimuti pasir.
Jalan cor semen yang keras di kawasan pantai menjadi pengalaman tersendiri membuat suasana raga yang lelah ini terasa teduh semilir angin sore menuju malam minggu yang panjang di sini.
Di sinilah kadang teori camping bertemu kenyataan. Tenda sudah siap, semangat sudah terkumpul, tetapi patoknya justru mengajak kita berdiskusi lebih dahulu dengan tanah. ....bhaaaa!!?
Begitulah pengalaman kecil yang membuat suasana camping itu terasa lebih berwarna. Sebab, dalam sebuah perjalanan, hal-hal sederhana seperti ini sering kali justru menjadi bahan cerita ketika kita pulang.
Kemangi dan Cerita Masa Lalu yang Masih Hidup sampai kapanpun.
Di balik panorama pantainya, Kemangi juga menyimpan cerita masa lalu.
Di kawasan Jungsemi terdapat Makam Kemangi yang dalam cerita lokal dikaitkan dengan Paseban Kemangi, sebuah tempat yang konon digunakan para tokoh Mataram untuk membicarakan persiapan menghadapi VOC di Batavia.
Cerita tutur masyarakat juga mengenal sosok Ki Ageng Kemangi atau Rajekwesi dan kisah oyot mimang, yang dipercaya sebagai pagar gaib untuk menjaga kerahasiaan pertemuan tersebut.
Kisah-kisah itu menja di bagian dari tradisi lisan dan kepercayaan masyarakat setempat. Namun, sebagaimana diberitakan dalam penelusuran sejarah lokal, belum ditemukan bukti tertulis otentik yang memastikan pertemuan Sultan Agung di Paseban Kemangi. Karena itu, kisah mistis tersebut lebih tepat kita kenali sebagai legenda yang hidup di tengah masyarakat, bukan sebagai fakta sejarah yang sudah terverifikasi.
Menariknya, lokasi Makam Kemangi berada di kawasan yang berbeda arah selatan agak ke barat dari suasana wisata pantai. Tidak jauh dari sana, Pantai Indah Kemangi kini dikenal sebagai tempat rekreasi yang bisa dinikmati bersama keluarga dan sahabat.
Sebuah sisi lain Kendal yang mungkin belum banyak dikenal oleh sebagian orang. Terkadang, kita begitu sibuk mengejar tempat-tempat yang sedang viral, sampai lupa bahwa setiap daerah punya cerita dan sudut pandang menariknya sendiri.
Beri rasa suka, komentar di link blog ini : Iyinkws.blogspot@com
64 Chapter, 800-an Peserta, dan Guyub Rukun Federalist
Dari acara KTF #1 di kota jogja sampai KTF #10 Kendal kali ini terasa istimewa. Menurut catatan acara yang saya ikuti, ada sekitar 64 chapter dengan kurang lebih 800 peserta yang hadir. Angka yang tentu membuat suasana pertemuan semakin ramai.
Namun, bagi saya, kebahagiaan KTF #10 bukan hanya tentang banyaknya peserta, menikmati pemandangan alam pinggiran kota, atau mengabadikan perjalanan dengan menghafalkan jalur peta harta karun.
Ada hal yang jauh lebih berarti: bertemu saudara-saudara pesepeda dari kota lain yang sudah berbeda masanya dengan caranya bercengkerama, saling menyapa untuk berkenalan teman baru lagi dan merasakan guyub rukun yang membuat acara dan kisah perjalanan teman federalist ini terasa istimewa di abadikan falam sebuah cerita.
Federal Kendal : ini om, ada 64 chapter dan sekitar 800an peserta yg hadir di ktf#10 kendal.
Federal Pekalongan : ini juga om,kami dpt doorprize frame federal Lady dr panpel sbg chapter dgn peserta terbanyak om... Fedlong ada 107 peserta👍, mantap !!.
Di antara sepeda-sepeda Federal, tenda, obrolan, dan suasana pantai, ada kebahagiaan sederhana... yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Kita datang dari berbagai arah, membawa cerita masing-masing, lalu dipertemukan oleh kecintaan yang sama terhadap perjalanan dan persaudaraan di ujung utara pulau jawa selama 2 hari dari tanggal 19-20 september 2026.
Walaupun saya datang dengan moda Federal Honda, semangatnya tetap sama. Sementara itu, teman-teman yang memilih touring dengan sepeda Federal punya cerita perjuangan mereka sendiri....Ada yang sesuai Masa kita atau kamu seakan berbeda bahkan Sejarah dan semoga berkembang seusai harapan pada Masanya itu terbaik bagi semuanya.... Amin.
Misalnya dari Federal Jogja, Brayat Kidul Jogja turut ikut gowes mewakili perjalanan dengan sepeda. Sekitar 10–15 orang pesepeda mampu menyelesaikan perjalanan dan tiba di lokasi pada petang hari Sabtu.
Bagi saya, ini menjadi pengingat bahwa perjalanan dengan cara apapum agar sampai ke tempat ini bukan hanya tentang seberapa jauh kita mengayuh, tetapi juga tentang siapa yang kita temui, bagaimana kita saling menguatkan, dan bagaimana kita bisa berjalan bersama dalam semangat seiya sekata ...Kehadiran ke tempat ini adalah jawaban !!.
Pada akhirnya, yang dibawa pulang bukan sekadar foto atau catatan jarak. Ada kenangan yang kelak bisa diceritakan kembali kepada keluarga dan komunitas masing-masing.
Maka cerita tentang sepeda federal tentu bukan soal berapa jauh tetapi betapa dekat ikatan itu di mulyakan untuk kemakmuran para pelakunya bagi mereka yang suka bersepeda federal.
Fedlong 107 Peserta: Mantap, Om! Lalu Pulang Bawa Apa?
Di tengah kemeriahan KTF #10, ada kabar istimewa: Fedlong hadir dengan 107 peserta. Mantap, Om!
Jumlah yang tidak sedikit ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi chapter. Alhamdulillah, chapter tersebut juga mendapatkan doorprize berupa frame fullset City Cat Lady dari panitia sebagai chapter dengan peserta terbanyak.
Kalau sudah begini, urusan berangkat ke KTF ternyata bukan cuma soal kayuhan, jarak touring, dan persiapan perlengkapan. Ada juga urusan menghitung peserta, mengatur jadwal berangkat-pulang, sampai menanti doorprize.
Jangan-jangan, sebelum berangkat sudah ada yang bertanya di tepi pantai indah kemangi Kendal , “Pesertanya sudah berapa, Om?”
Lalu ketika acara selesai, pertanyaannya berubah, “Doorprize-nya dapat apa, Om?”
Ketika saya di tanya :
Saya jawab pertanyaan itu maka saya dapat 4 hadiah hiburan dari : muk gelas,stang oxo, stem bangau dan kunci bintang.
Ini bukan soal nilainya tapi....Muncul secara beruntun mendapatkan dorpres di malam puncak panggung acara ktf#10 kendal.
Begitulah serunya pertemuan komunitas. Ada semangat berangkat bersama, ada kebanggaan membawa nama chapter, dan tentu saja ada cerita lucu yang membuat perjalanan semakin berkesan.
Tetapi di balik semua itu, yang paling penting bukan siapa yang membawa pulang hadiah paling besar berupa 2 buah sepeda federal. Yang lebih berarti adalah bagaimana kita bisa hadir sebagai bukti bukan janji !? dalam menjaga kebersamaan, dan pulang dengan cerita yang membuat kita ingin bertemu lagi.
Lantas, KTF berikutnya di kota mana, ya? Jadwal boleh mulai dipikirkan, tetapi jangan sampai semangatnya pantang menyerah kalah duluan sebelum tanggalnya diumumkan!
KTF #11 Jogja: Pulang, Bangkit, dan Pekerjaan Rumah #Fedjo
Sampai jumpa tahun depan di KTF #11 Jogja dan hal ini... Dari KTF pertama kali di Jogja di beberapa tahun lalu pada akhirnya KTF kembali ke Jogja. Sebuah kepulangan yang tentu membawa cerita baru, sekaligus pekerjaan rumah bagi #Fedjo untuk kembali merawat rasa persaudaraan agar tetap hidup.
Bukan hanya ketika acara sedang ramai ramainya tetapi juga pada hari-hari biasa setelah acara hari ini selesai, ketika jalanan kembali lengang dan kesibukan masing-masing mulai mengambil tempat.
Nanti pada waktunya semangat itu perlahan kembali bangkit. KTF #11 Jogja menjadi harapan baru bagi kita semua. Siapa tahu, dari pertemuan ini akan lahir cerita-cerita berikutnya. Bahkan, mungkin saja tahun depan kita kembali bertemu dalam acara yang sama. Semoga terlaksana!
Karena pada akhirnya, bukan sekadar sepeda yang menyatukan kita. Federal adalah sepeda warisan buatan anak bangsa, tetapi di baliknya ada nilai persaudaraan yang tumbuh pada masanya. Ada kenangan, perjalanan, dan ikatan yang tidak selalu bisa dijelaskan hanya dengan sebuah acara.
Kadang, kita memang harus menunggu KTF, Jamda, atau Jamnas Sepeda Federal untuk kembali bertemu. Jadwal yang padat membuat para pesepeda harus pandai mengatur waktu.
Guna menyelaraskan kesibukan, dan mencari kesempatan agar bisa berkumpul kembali.
Namun, bukankah justru di situlah tantangannya?
Barangkali inilah salah satu pekerjaan rumah para admin chapter,MTBFI, dan seluruh Federalist perlu terus membangun komunikasi, menjaga kebersamaan, serta menata legalitas organisasi agar komunitas ini memiliki pijakan yang semakin jelas di Indonesia.
Sebab, persaudaraan tidak cukup hanya dikenang; ia juga perlu dirawat dan diperjuangkan bersama.
Dan ketika suatu saat kita kembali bertemu, semoga yang kita bawa bukan hanya sepeda dan cerita perjalanan, tetapi juga semangat untuk menjaga apa yang telah diwariskan kepada kita.
Sebab, ada rasa memiliki yang tumbuh dari sebuah sepeda, ada persaudaraan yang bertahan melampaui waktu, dan ada rasa pulang yang selalu ingin kita temukan kembali mau kemana lagi.
Sampai jumpa di ktf#11 Jogja tahun depan, bagi saudara-saudara Federalist.
Salam,
Iyink WS
19–20 September 2026
— Selesai —
