Jumat, 25 September 2026

KTF #10 Kendal, Rasa Pulang kembali ke Fedjo.


Dari perjalanan Jogja menuju Pantai Indah Kemangi, cerita camping, sampai pekerjaan rumah menjaga persaudaraan Federalist.
Saya memang tidak mengayuh Federal menuju Kendal. Kali ini, Federal Honda yang membawa saya melewati kelokan jalan dari Jogja. Tetapi ketika sampai di KTF #10, ternyata yang membuat perjalanan ini berarti bukan soal moda apa yang saya tunggangi, melainkan ada saudara-saudara yang menunggu di ujung perjalanan jalur utara.

Dari Jogja, Menembus Kelokan Menuju Kendal.
Perjalanan kali ini membawa saya dan teman teman Fedjo bersama Federal Honda dari Jogja menuju Pantai Indah Kemangi, Kendal.
Sebuah perjalanan yang bukan sekadar soal jarak, tetapi juga tentang menikmati setiap kilometer, mengenal tempat baru pertamanya datang ke jalur ini dan bertemu saudara-saudara pesepeda dari berbagai daerah dalam kebersamaan KTF #10.
Iyinkws.blogspot@com

Dari Jogja, perjalanan saya lalui melewati Magelang,Temanggung, Weleri, hingga akhirnya memasuki wilayah Kendal. Jaraknya tentu bukan perjalanan yang pendek. Namun, bagi teman-teman yang ingin bersepeda, perjalanan seperti ini bisa menjadi gambaran bahwa sebuah touring bukan hanya tentang seberapa jauh kita mampu melangkah, melainkan juga bagaimana menikmati proses menuju tujuan banyak teman seperjalanan saling sapa. 

Anda sedang membaca kisah klasik ini. Jadi, silakan duduk santai, siapkan kopi atau teh, dan ikuti cerita saya sampai selesai. Siapa tahu, ada bagian yang mengingatkan Anda pada perjalanan bersama saudara-saudara Federalist.
* Ikuti link instagram @iyink_ws

Semakin mendekati tujuan, suasana jalanan mulai berubah seperti ke arah petilasan Bunda maria Ratu. Rute terakhir menghadirkan kelokan-kelokan di dataran tinggi. Tanjakan, tikungan, dan pemandangan alam seolah menjadi teman perjalanan yang membuat mata enggan berpaling.
Ada rasa lelah,Pantat mati rasa tetapi ada pula kebahagiaan tersendiri ketika perjalanan semakin dekat dengan tujuan. Kadang, justru jalan yang berkelok itulah yang membuat sebuah perjalanan punya cerita untuk dikenang atau bahkan wes kapok ora lewat jalan itu lagi. 

Hingga akhirnya, sampailah di ujung jalan tol Semarang Batang kita belok kiri sesuai peta harta karun yang sudah saya buat terlampir. 

Saya di Pantai Indah Kemangi, Kendal.
Pantai Kemangi langsung membasuh tangan dan di kening beberapa tetes dengan Ombak Kecil yang menepi air jernih,Pepohonan cemara cukup rimbun, dan patok tenda yang bikin Berpikir dua kali untuk menancapkan patok tenda ke tanah di selimuti pasir. 
Jalan cor semen yang keras di kawasan pantai menjadi pengalaman tersendiri membuat suasana raga yang lelah ini terasa teduh semilir angin sore menuju malam minggu yang panjang di sini. 

Di sinilah kadang teori camping bertemu kenyataan. Tenda sudah siap, semangat sudah terkumpul, tetapi patoknya justru mengajak kita berdiskusi lebih dahulu dengan tanah. ....bhaaaa!!? 

Begitulah pengalaman kecil yang membuat suasana camping itu terasa lebih berwarna. Sebab, dalam sebuah perjalanan, hal-hal sederhana seperti ini sering kali justru menjadi bahan cerita ketika kita pulang.
Kemangi dan Cerita Masa Lalu yang Masih Hidup sampai kapanpun.

Di balik panorama pantainya, Kemangi juga menyimpan cerita masa lalu.
Di kawasan Jungsemi terdapat Makam Kemangi yang dalam cerita lokal dikaitkan dengan Paseban Kemangi, sebuah tempat yang konon digunakan para tokoh Mataram untuk membicarakan persiapan menghadapi VOC di Batavia.
Cerita tutur masyarakat juga mengenal sosok Ki Ageng Kemangi atau Rajekwesi dan kisah oyot mimang, yang dipercaya sebagai pagar gaib untuk menjaga kerahasiaan pertemuan tersebut.

Kisah-kisah itu menja di bagian dari tradisi lisan dan kepercayaan masyarakat setempat. Namun, sebagaimana diberitakan dalam penelusuran sejarah lokal, belum ditemukan bukti tertulis otentik yang memastikan pertemuan Sultan Agung di Paseban Kemangi. Karena itu, kisah mistis tersebut lebih tepat kita kenali sebagai legenda yang hidup di tengah masyarakat, bukan sebagai fakta sejarah yang sudah terverifikasi.

Menariknya, lokasi Makam Kemangi berada di kawasan yang berbeda arah selatan agak ke barat dari suasana wisata pantai. Tidak jauh dari sana, Pantai Indah Kemangi kini dikenal sebagai tempat rekreasi yang bisa dinikmati bersama keluarga dan sahabat.
Sebuah sisi lain Kendal yang mungkin belum banyak dikenal oleh sebagian orang. Terkadang, kita begitu sibuk mengejar tempat-tempat yang sedang viral, sampai lupa bahwa setiap daerah punya cerita dan sudut pandang menariknya sendiri.

Beri rasa suka, komentar di link blog ini : Iyinkws.blogspot@com

64 Chapter, 800-an Peserta, dan Guyub Rukun Federalist
Dari acara KTF #1 di kota jogja sampai KTF #10 Kendal kali ini terasa istimewa. Menurut catatan acara yang saya ikuti, ada sekitar 64 chapter dengan kurang lebih 800 peserta yang hadir. Angka yang tentu membuat suasana pertemuan semakin ramai.
Namun, bagi saya, kebahagiaan KTF #10 bukan hanya tentang banyaknya peserta, menikmati pemandangan alam pinggiran kota, atau mengabadikan perjalanan dengan menghafalkan jalur peta harta karun.

Ada hal yang jauh lebih berarti: bertemu saudara-saudara pesepeda dari kota lain yang sudah berbeda masanya dengan caranya bercengkerama, saling menyapa untuk berkenalan teman baru lagi dan merasakan guyub rukun yang membuat acara dan kisah perjalanan teman federalist ini terasa istimewa di abadikan falam sebuah cerita.

Federal Kendal : ini om, ada 64 chapter dan sekitar 800an  peserta yg hadir di ktf#10 kendal.

Federal Pekalongan : ini juga om,kami dpt doorprize frame federal Lady dr panpel sbg chapter dgn peserta terbanyak om... Fedlong ada 107 peserta👍, mantap !!.

Di antara sepeda-sepeda Federal, tenda, obrolan, dan suasana pantai, ada kebahagiaan sederhana... yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Kita datang dari berbagai arah, membawa cerita masing-masing, lalu dipertemukan oleh kecintaan yang sama terhadap perjalanan dan persaudaraan di ujung utara pulau jawa selama 2 hari dari tanggal 19-20 september 2026.

Walaupun saya datang dengan moda Federal Honda, semangatnya tetap sama. Sementara itu, teman-teman yang memilih touring dengan sepeda Federal punya cerita perjuangan mereka sendiri....Ada yang  sesuai Masa kita atau kamu seakan berbeda bahkan Sejarah dan semoga berkembang seusai harapan pada Masanya itu terbaik bagi semuanya.... Amin. 

Misalnya dari Federal Jogja, Brayat Kidul Jogja turut ikut gowes mewakili perjalanan dengan sepeda. Sekitar 10–15 orang pesepeda mampu menyelesaikan perjalanan dan tiba di lokasi pada petang hari Sabtu.

Bagi saya, ini menjadi pengingat bahwa perjalanan dengan cara apapum agar sampai ke tempat ini bukan hanya tentang seberapa jauh kita mengayuh, tetapi juga tentang siapa yang kita temui, bagaimana kita saling menguatkan, dan bagaimana kita bisa berjalan bersama dalam semangat seiya sekata ...Kehadiran ke tempat ini adalah jawaban !!.

Pada akhirnya, yang dibawa pulang bukan sekadar foto atau catatan jarak. Ada kenangan yang kelak bisa diceritakan kembali kepada keluarga dan komunitas masing-masing.
Maka cerita tentang sepeda federal tentu bukan soal berapa jauh tetapi betapa dekat ikatan itu di mulyakan untuk kemakmuran para pelakunya bagi mereka yang suka bersepeda federal. 

Fedlong 107 Peserta: Mantap, Om! Lalu Pulang Bawa Apa?
Di tengah kemeriahan KTF #10, ada kabar istimewa: Fedlong hadir dengan 107 peserta. Mantap, Om! 

Jumlah yang tidak sedikit ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi chapter. Alhamdulillah, chapter tersebut juga mendapatkan doorprize berupa frame fullset City Cat Lady dari panitia sebagai chapter dengan peserta terbanyak.
Kalau sudah begini, urusan berangkat ke KTF ternyata bukan cuma soal kayuhan, jarak touring, dan persiapan perlengkapan. Ada juga urusan menghitung peserta, mengatur jadwal berangkat-pulang, sampai menanti doorprize.
Jangan-jangan, sebelum berangkat sudah ada yang bertanya di tepi pantai indah kemangi Kendal , “Pesertanya sudah berapa, Om?”

Ktf#10kendal

Lalu ketika acara selesai, pertanyaannya berubah, “Doorprize-nya dapat apa, Om?” 
Ketika saya di tanya : 
Saya jawab pertanyaan itu maka saya dapat 4 hadiah hiburan dari : muk gelas,stang oxo, stem bangau dan kunci bintang. 
Ini bukan soal nilainya tapi....Muncul secara beruntun mendapatkan dorpres di malam puncak panggung acara ktf#10 kendal.  

Begitulah serunya pertemuan komunitas. Ada semangat berangkat bersama, ada kebanggaan membawa nama chapter, dan tentu saja ada cerita lucu yang membuat perjalanan semakin berkesan.

Tetapi di balik semua itu, yang paling penting bukan siapa yang membawa pulang hadiah paling besar berupa 2 buah sepeda federal. Yang lebih berarti adalah bagaimana kita bisa hadir sebagai bukti bukan janji !? dalam menjaga kebersamaan, dan pulang dengan cerita yang membuat kita ingin bertemu lagi.

Lantas, KTF berikutnya di kota mana, ya? Jadwal boleh mulai dipikirkan, tetapi jangan sampai semangatnya pantang menyerah kalah duluan sebelum tanggalnya diumumkan!

KTF #11 Jogja: Pulang, Bangkit, dan Pekerjaan Rumah #Fedjo
Sampai jumpa tahun depan di KTF #11 Jogja dan hal ini... Dari KTF pertama kali di Jogja di beberapa tahun lalu pada akhirnya KTF kembali ke Jogja. Sebuah kepulangan yang tentu membawa cerita baru, sekaligus pekerjaan rumah bagi #Fedjo untuk kembali merawat rasa persaudaraan agar tetap hidup.

Bukan hanya ketika acara sedang ramai ramainya tetapi juga pada hari-hari biasa setelah acara hari ini selesai, ketika jalanan kembali lengang dan kesibukan masing-masing mulai mengambil tempat.

Nanti pada waktunya semangat itu perlahan kembali bangkit. KTF #11 Jogja menjadi harapan baru bagi kita semua. Siapa tahu, dari pertemuan ini akan lahir cerita-cerita berikutnya. Bahkan, mungkin saja tahun depan kita kembali bertemu dalam acara yang sama. Semoga terlaksana!

Karena pada akhirnya, bukan sekadar sepeda yang menyatukan kita. Federal adalah sepeda warisan buatan anak bangsa, tetapi di baliknya ada nilai persaudaraan yang tumbuh pada masanya. Ada kenangan, perjalanan, dan ikatan yang tidak selalu bisa dijelaskan hanya dengan sebuah acara.

Kadang, kita memang harus menunggu KTF, Jamda, atau Jamnas Sepeda Federal untuk kembali bertemu. Jadwal yang padat membuat para pesepeda harus pandai mengatur waktu.

Guna menyelaraskan kesibukan, dan mencari kesempatan agar bisa berkumpul kembali.

Namun, bukankah justru di situlah tantangannya?
Barangkali inilah salah satu pekerjaan rumah para admin chapter,MTBFI, dan seluruh Federalist perlu terus membangun komunikasi, menjaga kebersamaan, serta menata legalitas organisasi agar komunitas ini memiliki pijakan yang semakin jelas di Indonesia.
Sebab, persaudaraan tidak cukup hanya dikenang; ia juga perlu dirawat dan diperjuangkan bersama.

Iyinkws.blogspot@com

Dan ketika suatu saat kita kembali bertemu, semoga yang kita bawa bukan hanya sepeda dan cerita perjalanan, tetapi juga semangat untuk menjaga apa yang telah diwariskan kepada kita.
Sebab, ada rasa memiliki yang tumbuh dari sebuah sepeda, ada persaudaraan yang bertahan melampaui waktu, dan ada rasa pulang yang selalu ingin kita temukan kembali mau kemana lagi. 
Sampai jumpa di ktf#11 Jogja tahun depan, bagi saudara-saudara Federalist.
Salam,

Iyink WS
19–20 September 2026
— Selesai —

Kamis, 16 Juli 2026

Malioboro, JLFR, dan Sebuah Kota yang Sedang Mencari Ruang.


Malam itu di acara jlfr ke 194 di hari jumat terakhir di bulan juni 2026 seakan kota Jogja kembali dipenuhi cahaya lampu sepeda. Ratusan, mungkin ribuan pesepeda bergerak bersama dalam satu irama. Ada yang datang dengan sepeda mahal, ada yang datang dengan sepeda tua yang catnya mulai pudar. Ada yang mengayuh sambil tertawa, ada yang mengayuh sambil berteriak lantang tanpa basa basi kepada lingkungan dari sebagian oknum pesepeda. 

JLFR merupakan gerakan yang cair dan tidak memiliki struktur kepengurusan
Di atas sadel yang sama, ternyata tujuan mereka tidak selalu sama.
Ada yang datang karena penasaran.
Ada yang datang karena ingin menjadi bagian dari keramaian.
Ada yang datang karena percaya sedang memperjuangkan sesuatu.
Dan ada pula yang datang karena merasa harus mengatur semuanya.

Dan kaum FOMO: Yang tak ingin ketinggalan cerita gowes dan mereka datang karena JLFR sedang ramai dibicarakan.
Tak lupa foto-fotonya berseliweran di media sosial. Video-videonya muncul di beranda. Teman-temannya ikut maka mereka pun juga ikut.
Bagi kelompok ini, jalanan adalah panggung. Semakin ramai semakin menyenangkan. Mereka ingin merasakan sensasi berada di tengah lautan pesepeda yang bergerak bersama.


Itu terasa banget ya,ini keresahan anak Jogja sekarang. Apalagi sebut saja,bagi para pentolan pada jamanya mulai turun gunung dan mulai menilai jlfr 2026 kali ini, Katanya : JLFR itu tumbuh organik setelah mereka tinggalkan.

Para pesepeda itu memiliki alasan yang beragam tentang memastikan kenyamanan di ruang publik secara umumnya.
Sedangkan pihak pemerintah juga memiliki alasan jadi kedua pihak itu tidak ada pihak yang sepenuhnya salah.

Anda sedang membaca kisah klasik ini yang akan terus anda baca sampai selesai.

Tidak ada yang salah.
       Setiap gerakan besar memang selalu menarik orang-orang yang ingin menjadi bagian dari sebuah peristiwa.
Namun kadang mereka lupa bertanya:
"Setelah malam ini selesai, apa yang sebenarnya sedang diperjuangkan?"
Mereka,Yang Ingin di jalanan bisa mendengar aksinya!! 

Perlu diketahui, polemik ini bermula terjadi pada 26 Juni 2026 saat pelaksanaan JLFR ke-194. Saat itu, para pesepeda yang hendak masuk ke kawasan Malioboro dihadang oleh aparat setempat.

Di antara kerumunan itu ada kelompok lain.
Mereka percaya bahwa jalan raya terlalu lama dimiliki kendaraan bermesin.
Mereka merasa pesepeda hanya menjadi tamu di kotanya sendiri.
Maka ketika ribuan sepeda memenuhi jalan, mereka merasa sedang mengirim pesan.
Bahwa jalan bukan hanya milik mesin.
Bahwa kota bukan hanya milik kendaraan yang paling cepat dan berpajak resmi !? 


Bahwa pesepeda juga berhak terlihat.
Mereka tidak sedang mencari keributan.
Mereka sedang mencari "Pengakuan".
Sayangnya, seperti banyak gerakan lain, pesan yang ingin disampaikan kadang kalah keras oleh cara penyampaiannya.
Kaum apresiasi ini yang hanya ingin bersepeda.
Sedangkan di sudut lain ada kelompok yang lebih tenang.
Mereka menikmati JLFR bukan sebagai aksi.
Bukan pula sebagai perlawanan.
Mereka hanya menikmati pemandangan yang jarang terjadi.

Perilaku...Itu bukan logika satu orang tetapi konsep & fakta last Friday ride emang begitu. 

Melihat ribuan orang mengayuh bersama.
Melihat sepeda menjadi pusat perhatian.
Melihat kota yang biasanya dikuasai kendaraan bermesin berubah menjadi lautan roda dua tanpa mesin.
Mereka percaya bahwa bersepeda tidak selalu harus menjadi perlawanan.
Kadang cukup menjadi perayaan.
Perayaan atas kebebasan bergerak.
Perayaan atas kesehatan.
Perayaan atas persahabatan dan kebersamaan. 

Sedangkan para Pejabat setempat : Menjaga kota tetap bergerak dengan siklus...!! 
Di sisi lain, para pejabat dan pengatur lalu lintas menghadapi persoalan yang berbeda.
Mereka tidak melihat satu kelompok.
Mereka melihat seluruh kota.
Mereka harus memikirkan wisatawan yang datang ke Malioboro.
Pedagang yang mencari nafkah.
Ambulans yang mungkin harus melintas.
Warga yang ingin pulang ke rumah atau pergi ke stasiun kereta.
Karena itu, ketika jumlah pesepeda semakin besar, pengalihan rute dianggap sebagai solusi.

Sedangkan bagi sebagian pesepeda, itu terasa seperti pembatasan dengan istilah di "Tutup" ataupun pernyataan baru dengan istilah "Pengalihan" buka tutup jalan. 
Bagi pemerintah, itu dianggap pengaturan dan itu sudut pandang yang sama-sama merasa benar untuk...!! Ketika eforia anak anak muda bersepeda di jalur padat Malioboro yang Lebih besar pasukan barisan pesepeda dari sebuah Jalan.

Andaikan,Perdebatan ini sebenarnya bukan tentang Malioboro,Bukan pula tentang JLFR Melainkan tentang bagaimana sebuah kota membagi bagi ruang jalan bagi semua penghuninya,Karena bagi sebagian pesepeda, Malioboro adalah sejarah,Mereka !!.

Foto : Brosur episode jlfr 194 di jumat terakhir di bulan juni 2026

Poin penting !?
1.Jlfr itu gerakan organik.
    Nggak ada ketua,bukan komunitas, nggak ada panitia, nggak ada seragam dan nggak ada yang ngomando sebagai pentolan.
2.Lahir dari energi secara alami. 
    Saat anak muda libur sekolah di bulan Juni kemarin mereka gabut maka daripada nongkrong nggak jelas,tawuran... mending sepedaan rame-rame....malah di larang!? 
Apalagi....Mereka jangan di tanya siapa yang danain karena nggak ada.
JLFR lahir karena gabut,
karena marah, 
karena capek,
karena akhirnya ada tempat buat lari dari realita keberanian...!!. 
Ini gerakan organik.
Meledak sendiri.
Seperti bunyi klakson,Tat...tut...tit. 
Dan yang membisingkan. ya keadaan.
3.Bukan baru saja gerakan ini muncul. 
    Malioboro ditutup buat Last Friday Ride sudah dari bulan lalu. Cuma baru rame banget pas bulan Juni,Jebol ekspresinya !!.
Jadi ini bukan "digerakin" atau "dibayar". Ini benar benar mulai meledak sendiri.

Lalu istilah di tutup jalan Malioboro kembali beralih ke di alihkan.
Menjadi media penyampaian di media lokal ,facebook dan instragram juga merasa bersalah bila tidak ikut siar ada berita terbaru tentang Malioboro dan Jlfr. 

Sedangkan bagi ekosistem Malioboro adalah penghidupan bagi pedagang dan bagi wisatawan, Malioboro adalah tujuan.
Dan bagi pemerintah, Malioboro adalah tanggung jawab dari siapa pemegang aturannya dan semua merasa memiliki alasan yang sah.


Berepeda Tidak Membutuhkan Gengsi.
       Pada akhirnya, jalanan akan selalu menjadi ruang pertemuan berbagai kepentingan.
Ada yang ingin terlihat.
Ada yang ingin didengar.
Ada yang ingin diperhatikan.
Ada yang hanya ingin sampai tujuan.
Namun sepeda mengajarkan sesuatu yang "Sederhana".
Roda tidak pernah bertanya siapa yang paling penting.
Pesepeda tidak pernah bertanya siapa yang paling berkuasa itu pada suka bersepeda atau tidak. 

Penulis Blogger-droid :
Iyinkws.blogspot@com

Pesepeda tidak mengenal jabatan, jumlah pengikut media sosial, ukuran komunitas, ataupun harga sebuah sepeda sultan maupun ecek ecek. 
Ketika dengkul kaki sebagai ukuran untuk mulai mengayuh, semua akan kembali menjadi manusia yang sama menderitanya bahkan tersiksa oleh keadaan jalanan menjadi gambaran cara pandang goweser menghadapi rintangan tanjakan dan turunan ,seperti apa menjadi ketagihan nih, sebagai hobi banget,lalu dalam situasi ini. .mungkin piknik bersepedamu kurang jauh, mas bro !? .

Maka harapan terbesar bukanlah siapa yang memenangkan perdebatan tentang jalan milik siapa dan di tapak oleh siapa !? 
Melainkan lahirnya kesadaran bahwa bersepeda bukan soal gengsi untuk berbicara paling keras.
Bukan pula soal eksistensi untuk terlihat paling hebat.
Melainkan tentang kemampuan untuk berbagi ruang, menghargai sesama pengguna jalan, dan menjaga agar setiap putaran roda tetap membawa kebaikan yang lebih bike, an....Amin. 

Sebab pada akhirnya, yang membuat seseorang layak berbicara tentang bersepeda bukanlah seberapa sering ia memenuhi jalanan.
Tetapi seberapa besar ia mampu menghadirkan "Manfaat" bagi orang lain melalui setiap kayuhan yang ia lakukan.


Aku dan kamu  !?.
Di sini tidak sedang menghakimi JLFR, tidak membela pemerintah, dan juga tidak menyerang yang tidak suka gowes sekalipum. 
Sepertinya kata ini untuk kamu, Ya, kamu yang merasa sudah meluapkan ada emosi ,iso tenang, sabar, sek,ya mas bro!? 
Ada pesan dari barisan cah lama dan yang lagi Fomo gowes yang sedang dicoba dipahami,oleh penulis ini. 

Padahal mereka kenyataannya satu orang bisa sekaligus menjadi pesepeda :
"Ada yang datang karena penasaran."
"Ada yang datang karena ingin didengar."
"Ada yang datang karena sekadar ingin bersepeda."

Bagian para "Pentolan turun gunung"
      Mungkin saja karena situasi ini,muncul  nama-nama lama pada jamannya yang pernah menghidupi JLFR ikut muncul kembali dalam percakapan dimedia sosial dan sebagian memilih bicara, sebagian memilih diam. Mereka melihat sesuatu yang dulu mereka kenal, tetapi kini tumbuh dengan wajah yang berbeda ada yang lucu, genit,maka ada istilah yang perlu di perbandingkan bahkan di luruskan. 

Penulis juga merasa ada bagian yang paling penting justru belum muncul ...!!?

Kenapa anak-anak muda itu sekarang memilih JLFR? Bukan komunitas yang sudah ada di Jogja lainnya yang gowesnya bukan malam sabtu ?

Karena kalau hanya bicara Malioboro,gowes di situ situ saja juga akan cepat basi.
Tetapi kalau bicara kegelisahan anak muda Jogja, tulisan ini akan tetap relevan di beberapa tahun lagi bagi pesepeda dan lingkungan mereka tempat berpijak ban rodanya. 

Misalnya:
Ada ruang untuk merasa bahwa mereka masih menjadi bagian dari kota ini.

JLFR 2026: Ketika Anak Muda Mencari Ruang di Kotanya Sendiri.
Nah, ini kuat sekali untuk di perjuangkan ke generasi pesepeda berikutnya !? 


Penutup.
      Menurut bayangan penulis....Mungkin suatu hari nanti perdebatan tentang Malioboro akan selesa dan rute bisa berubah dan bahkan aturan bisa berganti.
Pemerintah bisa datang dan pergi pada aturan jalur bersepeda.
" Namun " selama masih ada anak-anak muda yang memilih mengayuh sepeda daripada saling melukai dengan beradu argumen salah benarnya di situ masih ada "Harapan yang patut dijaga "

Sebab jalan bukan hanya tempat untuk lewat.
Jalan adalah tempat sebuah kota belajar hidup bersama mencari identitas yang aman, nyaman dan istimewa bagi pelakunya tetapi pelaku di sebuah kota "Kota yang lagi mencari keseimbangan " 


Kesimpulan
     Tulisan ini menurut penulis tidak perlu menjadi tulisan tentang Malioboro.
Tulisan ini lebih kuat jika menjadi tulisan tentang "Mengapa JLFR meledak di tahun 2026?"
Karena jawaban atas pertanyaan itu bukan sekadar soal sepeda tetapi kondisi kota jogja yang sebenarnya. 

Mungkin yang sedang diperebutkan bukanlah Malioboro, melainkan ruang untuk merasa menjadi bagian dari Jogja.

Itu yang membuat ceritanya bersepeda di jogja itu menarik di fahami dan Bersepeda dengan Cara berbeda " Tapi selaras di sebuah kota pesepeda dari sekadar debat pesepeda versus pemangku aturan kota menjelang acara jogja last friday ride ke 195 di hari jumat malam terakhir di bulan juli 2026 nanti,Semoga aman lancar dan terbaik untuk semua pelakunya. ..Amin. 



Malam hampir selesai.
Lampu-lampu Malioboro masih menyala seperti biasa dan keramaian perlahan menghilang.
Suara tawa, bel sepeda, dan percakapan yang tadi memenuhi jalan kini tinggal kenangan yang tertinggal di udara malam.
Para pesepeda sudah pulang.
Yang tersisa hanyalah sebuah sepeda yang bersandar di tepi jalan, ditemani cahaya lampu kota yang tak pernah benar-benar padam.
Seolah mengingatkan bahwa perdebatan akan berlalu, generasi akan berganti, rute akan berubah, tetapi harapan akan sebuah kota yang ramah bagi semua akan selalu menemukan jalannya sendiri.
Sebab jalan bukan hanya tempat untuk lewat.
Jalan adalah tempat sebuah kota belajar hidup bersama.

Selesai 

Oleh :
Wiwing "Iyink" WS

Jumat, 21 Februari 2025

Tragedi kak Yo,o !!

Kisah keselamatan bersepeda : Tragedi kak Yo,o !!

       Cerita tentang Kak Yo yang mengalami kecelakaan parah saat berpartisipasi dalam balapan sepeda roadbike di Kota Jogjakarta seakan mengingatkan kita tentang risiko yang terkait dengan bersepeda bila tidak terkendali akan terjatuh ada resiko yang tidak bisa di hindari.

Iyinkws.blogspot.com

Foto : Promosi buku perdana terbit dari penulis blogger ini.

Kabar itu tersiar di berbagai komunitas sepeda menjadi bahan pertimbangan bagi para penikmat soal hobi sepeda.

Maka adanya kabar ulasan di WhatsApp maka di alih bahasa kan oleh penulis seperti ini .

........ Anda sedang membaca kisah klasik ini yang akan terus anda baca sampai selesai......

Iyinkws.blogspot.com

Cerita di mulai.

      Saat mendekati finish, Kak Yo tiba-tiba disenggol oleh pesepeda lain dari belakang. Ia kehilangan kendali sepedanya dan terjatuh. Helm yang dipakainya pecah ....!?

Menelaah... inilah ajang balap sepeda yang tak hanya menguji stamina tetapi ada cerita di balik kisah kali ini ;

_ Ada kabar kak Yoana kecelakaan rodo parah !?

+... Betul...pas mau masuk finish crash...ada patah di bahu dan rusuk..telinga Keluar darah.

_Smg enggal diparingi sehat bergas waras, otot kuat balung wesi.

+Semoga kak Yo, lekas diberikan kesembuhan.

_Khabar terakhir bagaimana mas..... Blm tau...tapi kemarin pasca crash..blm bisa diajak komunikasi.

+Duh opo mergo lelah yo

 jal diajak gowes wae maneh...sopo reti iso crita.. 

_Lalu ada di alog lagi ....Senggolan pas race masuk finish.

+Padahal ada ungkapan 'Senggol dikit lho,kok tibo...!!.

_Jarene IG yg kesenggol jarene Yoana jatuh mengenai belakang.

+Klu aku lihat video..p Aris...koyone posisi ban depan yoana over lap dg ban belakang dan depannya..senggolan..langsung kiri....nyungsep..

_Atau .... Gek embuh  sepedane wis di openi durung kui !?

+ Blm... padahal pit e jarene..Dudu Sik biasane di pakai (canondale).

Hal ini menjadi salah satu soal membiasakan dan kebiasaan menggunakan sepeda yang tepat.

Di cerita saya blog sebelumnya untuk kasus yang sering crash dari faktor penyebab yaitu faktor kelelahan,ganti sepeda dan crash saling senggol jamak terjadi. MN

Selanjutnya ..... Pada cerita ini ada komentar di WhatsApp Grup sepeda seperti ini lagi.

_Sepeda dah di ambil tapi helm pecah info dari teman sesama pembalap

+Hooh...nah kui Sik resiko ..ad pendarahan ditelinga

_Info dr mbak mega tadi pagi saya ketemu di pospit, menjelang 200 meter finish, bunda yo di sundul dr belakang sama pesepeda lain, disengaja disundul

Saksi mbak mega langsung krn dibelakang bunda yo dan 2 pembalab wanita yg podium kemarin juara 1 dan 2.

Tragedi kak Yo,o !!

Siapa sih kak Yo ?

    Kak Yo....adalah seorang pesepeda wanita yang sangat aktif dan memiliki semangat yang tinggi dalam bersepeda. Ia memiliki gaya bersepeda yang unik, karena bisa bersepeda lipat saat wisata dan bersepeda roadbike saat ingin adu kecepatan.

Bersepeda sudah menjadi bagian penting dari hidup Kak Yo. Ia sering bersepeda di sekitar Jogja dan bahkan saat wisata di luar negeri, ia tidak lupa untuk bersepeda dan membagikan pengalamannya di Instagram.

Namun, saat ini Kak Yo sedang menghadapi ujian yang berat. Setelah menyelesaikan jabatannya sebagai ketua komunitas sepeda lipat JFB Jogja dan masih aktif di women cycling community, ia harus menghadapi tekanan yang lebih besar. 

Kecelakaan yang dialaminya saat bersepeda adalah bentuk ujian yang harus dihadapi saat ini.

Anda sedang membaca kisah klasik ini yang akan terus anda baca sampai selesai.

.......  Sumber Instragram penulis ; @iyink_ws ........

Kembali ke obrolan komunitas sepeda dari info beberapa sumber seperti ini ;

_Sepeda go golek sehat

Nek sikut sikutan mbok dikethak wae ...hik !!

_Yg mbak yohana, klu yoana seperti nya bukan di karmapit bu, beliau mantan ketua.

+Yg kecelakaan sepeda mbak yoana, mantan ketua JFB, sepertinya tdk di karmapit bu,beda orang sama yohana karmapit.

+.... Iya benar bukan mbak Yohana, yg kecelakaan mbak Yoan JFB dl.

_Kak Yo.... semoga cepat pulih sehat kembali mbak Yoan.

Terus dapat beraktifitas kembali Aamiin YRA.

Itu video nya ceto banget yg di sikutl dan kalau dr youtube nya riaris cuman terlihat pas jatuhnya.

Anda sedang di blog : iyinkws.blogspot.com

Bersepeda terkadang butuh pola ada yang sekedar hobi ZX suka suka ada pula yang ingin beradu kecepatan seperti kisah ini terjadi out,s Pit jatuh dari sepedanya saat mendekati titik finis.

Lalu .... Apakah ada yang benar atau di benarkan dan yang nyundul ban belakang dari sesama peserta balapan sepeda ini,tentunya ada beberapa petunjuk dari  tayangan ulang di postingan di YouTube dan semua orang melihat kejadian ini akan timbul berbagai prasangka dari situasi .

Toh..... semua sudah terjadi dan kita kaum nitizen yang berhobi sama cuma bisa mendoakan agar semua di mudahkan dan segera kembali normal sehat kembali buat kak Yoana pesepeda yang tergabung di komunitas women cycling community jogja ( wcc ).

Duh..... sangat menyedihkan mendengar kabar Pak Yohana cedera serius meskipun sudah memakai helm dan benturan saat jatuh mengakibatkan gesekan antara helm dan telinga....!!?

Inilah ajang balap sepeda yang tak hanya menguji stamina tetapi ada cerita di balik kisah kali ini.

Foto : sumber dari Instragram Kemala.

Event ini Tour of Kemala 2025.

    Kota Jogjakarta memang selalu istimewa dan menarik! Setiap ada event, selalu menyenangkan dari struktur jalan bervariasi ada bukit terjal,turunan sadis bahkan pemandangan alam dan  pegunungan,jalan datar dengan persawahan serta pinggiran pantai dan itu dinantikan oleh banyak orang. 

Kota ini memiliki semangat gowes sepeda dengan berbagai komunitas berbagai jenis sepeda dan energi yang unik bila ada acara gowes yang selalu di ikuti oleh pesepeda luar kota bahkan manca negara, sehingga membuat setiap event menjadi sangat spesial yang terkadang peserta di gambarkan seperti anak kecil yang bisa membuat gembira bila di ajak gowes ke Jogja....Duh, ingin kembali ke kota ini lagi.

Tahun 2025 pasti akan menjadi tahun yang menarik bagi Kota Jogjakarta, dengan banyak event yang akan diadakan. Mungkin kita akan melihat event-event seperti :

- Festival budaya dan seni

- Konser musik dan pertunjukan

- Pameran dan eksibisi

- Turnamen olahraga dan kompetisi

- Festival kuliner dan makanan

Semoga tahun 2025 ini akan menjadi tahun yang sangat menarik dan menyenangkan bagi Kota Jogjakarta dan semua orang yang mengunjunginya!

Sedangkan di event sepeda yang diselenggarakan di tanggal 15_16 Februari 2025.

Secara singkat,kegiatan ini merupakan kegiatan olahraga bersepeda untuk mempererat solidaritas antar personel aparat negara sekaligus mempromosikan gaya hidup sehat di seputaran kota Jogja yang menyajikan jalur asyik dan seru !!.

Tulisan ulasan ini bukan sekedar pengeruh suasana setelah event ini mempunyai tanda kutip bagi penulis sebagai bahan di blog pribadi tetapi tulisan ini memiliki manfaat luas bagi pembelajaran tentang hari ini pada akhirnya soal keselamatan diri peserta saat bersepeda menjadi pekerjaan panitia di tahun depan. 

Walaupun penggunaan sepeda saat event ini dilakukan secara santai dari asumsi per_ panitia tetapi bagi peserta ingin meraih poin guna menaikkan kelas sesama pesepeda, sedangkan panitia sudah berusaha untuk bisa mengurangi cras tetapi ada saja masalah seperti ini dengan sendirinya akan muncul .... Bahkan bisa jadi soal poin balapan yang katanya beberapa meter itu banyak peserta pada berjatuhan.

Hal ini menunjukkan dari sudut pandang penulis mengenai kak Yo, bahwa dengan menggunakan helm dan perlengkapan keselamatan lainnya ada kecelakaan masih dapat terjadi oleh karena itu penting untuk selalu waspada. 

Terpenting.... Dengan adanya kejadian ini menjadi pengingat pentingnya solidaritas dan kepedulian sesama peserta setelah event ini berakhir..... Ada kabar panitia dan peserta ada waktu saling berkunjung dan menguat_ kan satu sama lainya maka penulis cukup berucap lirih sekali saja , Alhamdulillah .

Karena suatu saat kisah tulisan ini  menjadi pengingat buat kak Yo, akan berhenti atau terus berkembang menjadi lebih baik,sehat dan kuat  .... karena sebaik baiknya bike akan mem_ naikkan karena pengalaman jatuh bangun dan itu semua pesepeda juga pernah mengalaminya juga.

Sedangkan sudut pandang penulis dalam kisah keselamatan bersepeda Kak Yo ini dipengaruhi oleh nilai-nilai penulis yang memiliki pemikiran dan niat baik. Tujuan penulis adalah untuk membantu dan memberikan pesan semangat, moral yang positif pada akhirnya kembali kepada pembaca, Sehingga Allah SWT memudahkan dan memberkahi usaha tersebut.

....... Sumber berita blogger : iyinkws.blogspot.com .......

Dalam kisah ini, penulis menunjukkan nilai-nilai seperti:

1. Empati: Penulis menunjukkan rasa empati dan prihatin terhadap kecelakaan ini.

2. Kesabaran: Penulis mengajak pembaca untuk bersabar dan berdoa untuk kesembuhan.

3. Kebaikan: Penulis memiliki niat baik untuk membantu dan memberikan pesan moral yang positif kepada pembaca.

4. Ketergantungan pada Allah SWT: Penulis menunjukkan ketergantungan pada Allah SWT dan berharap agar Allah SWT memudahkan dan memberkahi usaha tersebut.


Dengan demikian, sudut pandang penulis dalam kisah keselamatan bersepeda Kak Yo dipengaruhi oleh nilai-nilai  inspiratif sesama pesepeda dan bagi pembaca.

Ulasan ini semoga dapat dipahami dengan lebih praktis sebagai berikut:

Kita tidak perlu mencari siapa yang salah atau benar dalam kejadian yang sudah terjadi ini. Yang penting adalah kita belajar dari pengalaman ini dan menjadi lebih kuat, bijak dan terus maju dengan cerita gowes berikutnya .... Asyik to,bro ulasannya !!.


Akhir kisah ini.

       Nantikan terus dari info perkembangan keadaan sehat dan kuatnya dari kak Yo sesuai postingan yang terbaca di kabar Instagram selanjutnya.

Terima kasih atas perhatian dan kesempatan untuk membaca tulisan saya. Saya akan terus berusaha untuk meningkatkan kualitas tulisan saya dan membagikan pengalaman yang unik dan bermakna.

Jika ada cela atau kekurangan dalam tulisan saya, saya mohon maaf dan mengharapkan kritik dan saran dari pembaca. Salam gowes


Selesai.

Jogjakarta februari 2025

Judul : Tragedi kak Yo,o !!

Penulis wiwing "iyink"ws adalah penulis buku _ Bersepeda dengan cara berbeda yang sudah bisa Anda miliki sekarang dengan pesan WhatsApp.

Rabu, 10 April 2024

Bukan Rambo.

Aku manusia biasa bukan Rambo.

Setiap kali aku mulai bersepeda terkadang aku perlu teman-teman dan bisa saja di jalanan secara tiba-tiba ada orang lain yang mencoba menyapa saya saat itu dengan sebutan yang mengganggu rasa emosi ....!!.

Aku Bukan Rambo.

Cerita di mulai.

Setelah sampai di tujuan titik kumpul gowes saya mencoba bercanda lalu merencanakan akan kemana tujuan untuk pergi bersepeda.

Itu bisa saja di pending dahulu gowes nya yang terlalu jauh bisa di lakukan besok pagi saja..... ujarnya!!.

Sebenarnya Saya suka bersepeda tanpa rencana karena aku orangnya yang luwes untuk bergabung dengan berbagai komunitas sepeda manapun.

Hal lebih seru lagi ketika tiba-tiba terlihat dalam suatu acara Gowes yang membuat barisan bersepeda di acara itu menjadi semakin ramai.
Namun.... ada contoh yang tidak ditiru seperti mengganggu peran serta peserta lainnya atas kegembiraan dalam bersepeda jangan merugikan orang lain....ingat apa saja itu !!

Toh Sebenarnya saya juga merasa tidak enak dan itu membutuhkan keberanian jika seseorang baru saja datang itu tanpa rencana datang juga di tempat ini.
Hal itu terkadang yang di datangi merasa bersalah kalau tidak di persilahkan dan salahkan saja tujuannya arah gowes_nya karena orang tersebut hanya sekedar pingin tau tempat tujuan gowes nya atau memang lagi selo dari kegiatannya dan bukan orangnya yang mencoba ikut tanpa rencana ...!!

Bahkan penulis juga pernah di posisi itu !?
Dan pengalaman itu merasa tidak malu untuk bergabung tanpa diundang dalam sebuah acara Gowes bareng di dunia pergulatan para pesepeda.
Bagaimana menurutmu !!.

Orang yang di katakan luwes tidak segan untuk berani ikut karena merasa menguasai menjadi orang baik yang bike sebenar-benarnya.. ..itulah saya !!.

Jangan memperbandingkan saya dengan lainnya apalagi para suhu pemerhati sepeda dan seseorang yang disebut komandan gowes komunitas sekalipun.

Toh saya hanyalah manusia biasa yang gowes nya tidak terlalu jauh, sepedanya pun tidak terlalu bagus dan suka menggambar foto saja pakai HP bukan kamera bagus lalu apa yang harus dibanggakan menurut,kamu pembaca di sini !?

Ayo, berani jadi cah selo yang bisa jadi Gowes ke sana kemari karena punya waktu yang longgar untuk bisa kemana-mana.

Tapi inilah dunia Para pesepeda Jangan malu untuk bergabung dalam dunia seperti apa sepedanya apa jaraknya dan karena cerita tentang pergaulan bersepeda bisa menjadi pengalaman yang menarik.

Bahkan menjadi cah Selo membuat di luar sana dan mereka memberi label-label itu kepada saya misalnya ;
Cah selo,cah nga_nu,iyink ollala, petarung jalanan, fotografer HP jalanan, penulis blog, creator YouTube, create peta harta karun dan seterusnya.

Coba lagi menceritakan hal lain seperti aku ini sering diajak oleh emak-emak untuk Gowes kuliner apalagi di komunitas baru saya saat itu sering diajak makan di warung spesial menu,tempat legenda sempat dikunjungi untuk memilih menu favorit lalu saya mencoba posting kulineran itu di media sosial seakan hal itu membuat orang orang pada merasa iri tanpa bisa komentar menanggapi lagi.

Jadi itulah cara saya dalam alur waktu,alur kegiatan Gowes bareng dan alur pilihan bisa memilih foto-foto yang menarik di suatu tempat adalah gambaran saya di media sosial  yang sebenarnya yang semu terlihat senang sana sini liburan tapi kenyataannya hanyalah settingan belaka.... duh !?.

Saat menjadikan saya bisa bertahan sampai detik sekarang ini bersepeda .... menjadi orang biasa biasa saja tanpa di akui secara identitas ataupun SNI oleh orang tertentu atau salah satu komunitas gowes yang ada di Jogja dan sekitarnya itu saya anggap sudah cukup menga_mini ....amin.

Anda sedang membaca kisah klasik ini yang akan terus anda baca sampai selesai.

Cerita berlanjut ketika tiba tiba muncul seseorang baru,dia itu mau apa .... !?

Cerita di mulai dari mendengar sesi kelucuan, konflik yang menarik bisa muncul saat seorang pelakunya bersepeda dengan percaya diri sebut saja Mr.Rambo yang terkadang berlebihan dalam mendramatisir cerita cara bersepeda.
Itu,namun kemudian harus berurusan dengan tantangan yang jauh melebihi kemampuannya ...apa itu !?

Bayangkan seseorang ini yang merasa sangat yakin dengan kemampuannya dalam bersepeda di medan yang tidak biasa baginya,tetapi akhirnya harus menghadapi situasi kocak yang membuatnya tersandung atau terjatuh.
Terjatuh dari apa !? 

Bayangkan seseorang yang merasa sangat yakin dengan kemampuannya dalam bersepeda di medan yang tidak biasa baginya,tetapi akhirnya harus menghadapi situasi kocak yang membuatnya tersandung atau terjatuh.
...... Terjatuh ke sebuah kumpulan orang untuk mengejar ridho ilahi di sebuah masjid kuno pathok Negoro sisi selatan kota Jogja ini dan sebut saja "Beliau" ini datang untuk bisa memperbandingkan antara ....!?

Ya,antara gowes dengan keyakinan tidak perlu lagi gowes balapan sepeda mengejar tanjakan apalagi di lakukan di malam hari.
Ataupun keyakinan beliau ini cukup datar datar saja tapi bermakna saat bisa gowes nya saat bulan Ramadhan ini cukup gowes sembahyang di masjid hal ini seperti keinginan nya saat di utarakan di sekelompok gowes Religi di suatu masjid pathok Negoro sisi utara kota Jogja.

Akhir kisah ini.

Dari situ,pesan yang bisa dipetik adalah pentingnya untuk tidak meremehkan atau membesar-besarkan kemampuan kita saat bersepeda atau dalam kehidupan sehari-hari dengan orang lain.
Setiap orang memiliki keahlian,batasan masing-masing dan itu tidak mengurangi nilai dari apa yang mereka dapat capai.

Dalam konteks bersepeda,bisa jadi pesannya seseorang pesepeda itu adalah seorang yang mempunyai rasa kerendahan hati, menghargai kemampuan orang lain dan memiliki sikap sportif dalam menghadapi tantangan dari manapun.

Karena kita mempunyai perbedaan kemampuan dari setiap orang saat bersepeda.
Atau bisa juga bisa menggambarkan bahwa dalam kehidupan,setiap individu memiliki kekuatan dan kelemahan yang unik.

Hal ini mengajarkan kita untuk saling mendukung,belajar dari teman satu sama lain dan tidak menilai orang lain berdasarkan kemampuan fisik saja.
....
Sampai di sini penulis mengucapkan terima kasih telah membaca tulisan ini Dan inilah refleksi diri tentang pengalaman bersepeda saya dan saya akan bercepek bercermin kepada cerita Pak rambu ini.
Iya menekankan bahwa sering bersepeda yang biasanya tidak perlu untuk diperbandingkan dengan cara apapun atau dengan para suhu di komunitas sepeda lainnya.

Ini menunjukkan sikap rendah hati dan penghargaan terhadap kemampuan orang lain, apalagi gaya dan cara melakukan yaitu dalam ekspektasi dari penulis adalah sebagai bentuk kebebasan dan fleksibel yang bebas tidak terikat oleh rencana yang ketat dan bisa bergabung dengan komunitas manapun dalam menikmati proses perjalanan itu sendiri.

Bersepeda bukan sekedar olahraga tapi juga berinteraksi, bersolisialisasi dan membangun hubungan dengan sesama pengguna sepeda hal ini menjadikan ada rasa nyaman di tengah komunitas manapun.

Bahkan saya bukan Rambo dan Pak Rambo adalah Pak     .... Imam mempunyai rasa yang sama dalam menyelami situasi apa adanya dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Apalagi untuk membuktikan diri kepada siapapun dan cukup bahagia dan gaya hidup yang sudah dipilihnya seperti ini.

Seperti halnya hidup yang seperti putaran roda bawah ada di atas demikian juga soal kehidupan kejutan, temuan dengan orang-orang baru lagi yang akan membentuk pengalaman baru.

Toh tulisan ini bukan menyindir sebagai kritik sosial secara halus dari sikap kompetisi dan egois para pelaku sepeda yang sering muncul di berbagai komunitas sepeda....!!?

Penulis hanya memperbandingkan dari setiap keinginan itu perlu proses artinya dan tidak hanya pada tujuan akhir.
Sebuah akhir ...... Dalam kehidupan dan aktivitas bersepeda itu bawa perjalanan itu sendiri berharga untuk dilalui daripada tujuan destinasi yang ingin dicapai.
Sebuah perjalanan akan menemukan pengalaman, menemukan kebahagiaan dan makna hidup yang sejati.

Bahkan para pembaca bisa memahami dan mendalami tulisan ini akan merasa menemukan momen ..... Seperti apa yang paling berkesan sepeda !? Apa yang membuat momen itu menjadi istimewa sepeda !? Apa tantangan dan Bagaimana menghadapi saat bersepeda !? Mana pesan Buat para pesepeda lainnya, apa yang ingin akan disampaikan !? Di mana saja tempat yang sudah dikunjungi, ada kejadian lucu yang pernah terjadi !?.

Pada akhirnya Jawaban pertanyaan di atas akan menemukan jawaban tidak sesuai versinya masing-masing orang bahkan dari sudut pandang yang berbeda.

Lalu inilah bentuk apresiasi penulis dalam mencontohkan dan menceritakan Sisi dari seorang teman sebut saja Pak Rambo sebagai peran utama dalam cerita ini.
Padahal penulis merasa juga bukan Rambo yang selalu bisa menang dalam pertempuran kehidupan nyata dalam aktivitas bersepeda yang hanya menjadi manusia biasa saja.
Tapi bisa saja..... Ingin merubah jadi seorang Rambo !?
Padahal ....!? Pak Rambo hanyalah tokoh cerita kali ini yang bukan nama sebenarnya.

Akhir kata kisah ini.

Bersepeda adalah sebuah pilihan yang tepat sebagai passion gaya hidup maka kita wajib tau ;

Kita sering melakukan sesuatu meskipun itu dengan jarak puluhan km jauhnya tetap di jalani walau banyak kegagalan untuk tidak mudah menyerah dan tidak bisa menemukan solusi bahkan kadang tidak di bayar dan seharusnya melakukan itu seharusnya di bayar ..... nah !?.

Toh.... aktifitas itu tetap di jalani hingga lupa waktu bahkan timbul ada energi lebih besar bila perilaku itu di lakukan berulang ulang menjadi kebiasaan di jalani.

Bahkan keajaiban itu yang di lakukan secara bertahap mengalami peningkatan secara alami, kebahagiaan menemukan jati diri yang tidak bisa di perbandingan dari pemberian orang lain .....bahagia itu di ciptakan,bro !?.

Maka inilah si Rambo dalam menentukan pilihan sekarang ini !!.

Kesimpulan cerita kali ini.

Dari seseorang di manapun jenis sepedanya dan lihat dari kesederhanaan perakitan part sepeda bahkan dalam ucapan dan menghadapi perbedaan yang ada.

Apalagi memiliki pesan yang dalam dan mampu menginspirasi kita semua untuk saling menghargai perbedaan itu juga perlu di hargai.

Karena kita telah disatukan oleh keinginan hobi yang sama yaitu suka bersepeda dan semua harus di syukuri bukan untuk di tandingkan karena kita bukan Rambo yang selalu kuat dan  menang setiap mengadu kekuatan apalagi kita ini hanya penikmat jalanan bukan atlet sepeda.

Selesai.

Penulis blog.
Jogjakarta
April 2024.
Cerita Aku Bukan Rambo.

Selasa, 30 Januari 2024

Playing victim di komunitas sepeda inilah realitasnya.

Playing victim.
Tak mudah untukku mengambil ide untuk bisa mencoba membuat tulisan seperti ini.

Saya mencoba istilah playing victim ini juga perlu memastikan untuk mengenal dulu ciri-ciri dari seseorang yang biasanya berusaha terlihat sebagai korban dalam situasi tertentu ...... Catat terlihat !?.

Dalam mengenal istilah ini dengan browsing di google untuk mengetahui apakah ada perbedaan misalnya di media sosial dalam konteks komunitas sepeda dan budaya orang orang yang Sudi me_viralkan istilah ini.

Anda sedang membaca kisah klasik ini yang akan terus anda baca sampai selesai.... itulah harapan penulis.

Playing victim di komunitas sepeda inilah realitasnya.

Lalu....di situlah di perlihatkan seseorang yang menderita dalam tanda kutip ia menjadi makhluk hidup yang terzolimi dan....situasi apa !?.

Kemudian si pelaku mengembangkan berbagai alasan untuk mendapatkan simpati dengan mengalihkan perhatian berbagai kesalahan dari tanggung jawab mereka sendiri.
Untuk tujuan tertentu
soal pribadi mereka sendiri.

Bahkan mereka itu bisa memancing perhatian dengan naratif misalnya saya adalah korban yang perlu dikasihani ....
Biasanya penuh drama mengesankan seperti sinetron kehilangan kasih sayang.

Pelaku playing Victim ini mempunyai pemahaman atas titik lemah dari sensifitas nya orang lain misalnya kamu itu sepedanya jelek tidak sesuai standar agar part nya di ganti agar bekasnya seketika itu bisa di dapat secara cuma cuma oleh pelaku.

Hal ini mencoba memanfaatkan informasi secara pribadi untuk mendapatkan simpati berupa barang sebagai contoh kecil saja.

Dalam pemahaman kejiwaan .... Menyangkut membolak-balikkan emosi karena kuat tidaknya bersepeda menjadi bahan candaan.

Atau dengan istilah kita sendiri yang mampu mengontrol emosi apalagi kekuatan yang ada.

Karena emosi akan merusak semangat dan kesehatan jiwa seseorang.

Soal nilai atau pengalaman entah itu benar atau salah yang di dalat seorang yang mereka hadapi sebagai bahan pembanding dan di bandingkan.

Atau telah mengenal anda luar dalam sehingga anda terkontrol secara nilai uang misalnya bisa memberikan sesuatu berupa barang atau mengajak makan bareng secara gratis karena merasa anda belum paham atas pengalaman caranya bersepeda itu apa sih sebenarnya...!?.

Padahal posisi playing Victim tidak semua pelaku mempunyai sifat jahat dan manipulatif untuk memanfaatkan orang lain dan keadaannya dari keadaan orang lain karena yang ia lakukan karena beberapa alasan..... alasan kenapa!?

Maka kita sebagai pengawas keadaan atau merasa jadi perasa mungkin saja jadi pelaku secara tidak sadar.

Bisa juga menjadi korban playing Victim maka yang terpenting untuk lebih hati hati sebelum membuat penilaian kepada seseorang yang terlibat dalam perilaku semacam ini.

Maka inilah sudut pandang tulisan ini bagaimana ;
*Cara mengatasi praktek playing Victim dalam komunitas sepeda*

Lalu inilah alasan mengapa Anda harus tahu;

1* Dari gambaran ciri-ciri perilaku dalam konteks bersepeda dan contoh teknik ini sering muncul dalam kelompok sepeda.

2* Bagaimana dampak negatif dan cara mengatasi secara konstruktif di lakukan dengan komunikasi yang terbuka.

3* Berikan contoh yang positif dan budaya kesehatan hubungan yang baik seperti Ceritakan kisah sukses mengatasi masalah konflik atau menjaga semangat dan saling mendukung.

Penulis memahami betapa sulitnya menghadapi orang atau oknum yang terus saja berperan sebagai manusia pintar tetapi berusaha bodoh seperti playing Victim ini.

Apalagi untuk bisa bekerja sama dalam segala hal termasuk hubungan dalam bersepeda bisa menimbulkan emosi dan ketidaknyamanan dalam perjalanan bersepeda.

Toh orang seperti ini cukup dihadapi dengan mencoba  mendengarkan dengan cermat.

Lalu bisa memahami pikiran mereka ini lalu tenang ketika berinteraksi dengan mereka ini.

Selanjutnya menetapkan batasan yang jelas kepada mereka dengan memberikan penjelasan untuk tidak menyalahkan orang lain terus-menerus.

Playing victim di komunitas sepeda inilah realitasnya.

Memberi arahan untuk tetap objektif dalam menilai sesuatu dari apa saja yang sebenarnya terjadi.

Toh kita sebagai penulis atau para pembaca di sini tidak bisa merubah perilaku orang lain namun dengan tetap tenang dalam menghadapi situasi yang ada.

Playing victim di komunitas sepeda.
Penulis mencoba masuk untuk memahami dan melihat alasan mengapa playing victim ini memilih masuk ke komunitas sepeda.

Hal ini sering memicu perilaku  misalkan apakah para pesepeda ini selalu ada orang yang sering menyalahkan orang lain yang....!?

*Punya sepeda lebih baik.
*Punya daya tahan jarak dan waktu selo nya.
*Punya pengaruh di komunitasnya.
*Punya .....!?

Membuat situasi ini seakan tidak adil dalam pembagian peran !?
Kadang bisa juga mereka ini pintar menjatuhkan motivasi dan semangat untuk bersepeda bersama.

Maka penulis mencoba memberi pandangan yang seimbang dan menunjukkan pemahaman mengapa seseorang bisa terjebak dalam seperti ini.

Tak lupa penulis juga memberikan contoh dan cerita di blog ini untuk menjelaskan bersepeda itu seperti apa bila terkena virus playing victim.

Hal ini agar pembaca bisa memahami dengan lebih baik dan menjalani komunikasi yang efektif...... Ini sebagai solusi yang tepat.

........ Seperti komentar lainnya seperti ini !!.
Bila seorang yang dikhianati akan menjadi marah bahkan jadi emosi.

Dan Orang yang berkhianat akan mengadu pada orang di sekelilingnya.
Dan yang ia percayai bahwa ia diperlakukan secara kasar dan merasa sakit hati tanpa berani menjelaskan apa sebab emosi itu muncul sebagai keluhan yang mendasar.

Lalu yang merasa terkhianati maka dirimu berhak bahagia karena emosimu akan menemukan luapan yang melegakan karena penghianat dalam memutar balikkan fakta dalam mencari pembenaran itu sering nga_nu.

Toh jangan takut karena hari esok saat kamu keluar bersepeda lagi kamu akan ketemu dengan orang-orang baik lainnya yang membuat Anda bisa tertawa dan memberimu semangat dengan rasa nyaman untuk bisa bersepeda lagi .

Jadi anggap saja kemarin bukan hari terbaikmu sekarang adalah milikmu seperti halnya tulisan ini milikmu bagi orang-orang yang merasa terhindar jadi korban.

Yang tak mau tahu mau ke mana lagi tujuan seseorang yang merasa benar benar pandai tapi bertindak bodoh ini alias playing Victim ini selanjutnya !!?.

Selanjutnya adalah....!!
Penulis mencoba memberikan wawasan yang menarik dan fokus pada ciri-ciri dan bagaimana istilah ini muncul akibatnya sosial.

Tapi penulis hanya dalam memilih konteks disebut oknum bukan dari keseluruhan orang  di komunitas itu.

Dan bagaimana budaya dari kisah klasiknya orang-orang yang komunitas sepeda dengan dinamika serta Interaksi yang mungkin saja ada perbedaan.

Bahkan cara pandang yang komplek yang sering terjadi ataupun munculnya trend dari sepeda jenis tertentu.

Hal ini selama tidak memengaruhi istilah playing victim bisa di interpretasikan misalnya dalam diskusi yang beragam atau dengan membaca tulisan blog ini sebagai pembantu.

Hal lain tentang konsep yang lucu tentang playing victim itu bagaimana seseorang berusaha terlihat sebagai korban seringkali dengan melakukan drama berlebihan untuk mendapatkan simpati dan perhatian....dalam konteks gowes.

Toh akhirnya menjadi Ironi karena ia menggunakan taktik ini tidak sadar.....tidak sadar !?.

Misalkan ingin dapat Simpati malah mendapat reaksi yang tidak diharapkan dari lingkungan komunitas nya itu.....kecewa deh !?.

Atau saat bersepeda Ironi itu juga hadir dari apa yang diharapkan tapi ternyata perjalanan bersepeda menjadi semakin jauh saja.

Dan kalau di lihat banyak jalan menanjak hal ini menjadi sumber kelucuan terutama terkait soal playing Victim berlagak menjadi korban keadaan.....ini baru seru !!

Seperti di lingkungan gowes karena ikut serta di suatu kelompok dari ajakan ke suatu tempat,waktu yang salah dalam memilih tujuan bersepeda saat itu.

Mungkin berusaha terlihat sebagai korban situasi yang sulit saat bersepeda seperti ini.

Padahal sebenarnya itu adalah bagian dari tantangan yang mereka pilih sendiri.

Playing victim di komunitas sepeda inilah realitasnya.

...... Menjadi ironi dalam menghadapi Jalan tanjakan malah menjadi bahan lelucon teman temannya lalu di buat vidio pas lelah lelahnya,susahnya malah temanya merasa bahagia melihat manusia ke_wer seperti itu.

Dan ini hal yang menghibur dalam konteks ini.
Seperti judul artikel ini;
Playing Victim di komunitas sepeda inilah realitasnya.

Tulisan artikel ini mencerminkan tantangan yang dalam komunitas sepeda dan menawarkan pemecahan untuk menghadapinya.

Bagi yang tertarik dengan masalah playing victim atau istilahnya berlagak seperti korban.

Orang yang tidak pernah tahu salahnya dan justru merasa nyaman bila tersakiti padahal dirinya pelaku dan peran utama di kisah itu.

Hanya saja..... Orang orang yang merasa kamu playing victim itu saat ini ia diam saja.....ia lebih baik diam.

Karena merasa semua kata kata sudah tidak lagi berguna ..... katanya untuk apa !!.

Akhirnya cerita.
Di akhir cerita ini penulis menggunakan bahasa ingat dirimu.
...... Rendahkan hatimu untuk datang mengaku salah kepada orang yang kamu sakiti untuk mengaku salah.

Mungkin saja yang dulu selalu dekat kini menjauh atau di jauhkan karena kesalahan yang tidak sengaja terkena virus playing victim ini akan menerima mu kembali.

Dalam diam itu ada jarak itu tujuannya agar hatimu bisa introspeksi diri.
Playing victim di komunitas sepeda inilah realitasnya.

Dan di ulang dengan menuduh orang lain meninggalkanmu saat menjadi susah yang karena menjadi manusia bodoh seperti itu.

Karena sesungguhnya kita semua adalah pribadi yang santun guna menjalin saling mengenal silahturahmi antar pesepeda.

Kalaupun ada kesulitan yang menimpa mu itu adalah teguran dari Tuhan Yang Maha Esa.

Playing victim di komunitas sepeda inilah realitasnya.

Agar jangan merasa hebat sendiri dan berharap bisa belajar dari pengalaman untuk lebih rendah hati.

Agar semua orang yang kamu yakini ada di sekitarmu itu bisa menyayangi dan menyapamu di setiap perjalanan sepeda di manapun kamu tuju.
Amin

Selesai.
Penulis.
Wiwing ws.




Berikut adalah versi baru dari cerita yang Anda sampaikan, dengan penyesuaian untuk memperjelas konsep "playing victim" dan menerapkannya dalam konteks komunitas sepeda:

---

**Playing Victim di Komunitas Sepeda: Memahami dan Mengatasi Tantangan**

Playing victim atau berlagak sebagai korban adalah perilaku di mana seseorang berusaha mendapatkan simpati atau perhatian dengan cara menampilkan diri sebagai korban dalam situasi tertentu, seringkali untuk mengalihkan kesalahan atau tanggung jawab dari diri mereka sendiri. Dalam konteks komunitas sepeda, fenomena ini dapat terlihat ketika seseorang memanfaatkan situasi untuk mendapatkan keuntungan pribadi dengan menimbulkan rasa simpati.

**Ciri-ciri Playing Victim**

1. **Mengalihkan Kesalahan**: Pelaku seringkali membuat alasan untuk menghindari tanggung jawab. Misalnya, jika ada masalah dengan sepeda mereka, mereka mungkin akan menyalahkan orang lain atau kondisi sekitar daripada mengakui kesalahan mereka sendiri.

2. **Drama Berlebihan**: Mereka mungkin menggunakan narasi emosional untuk menarik perhatian, seperti mengklaim bahwa mereka sering dirugikan atau tidak dihargai, meskipun masalah yang dihadapi sebenarnya kecil.

3. **Memanfaatkan Kelemahan Orang Lain**: Pelaku bisa jadi tahu titik lemah dari anggota komunitas lain dan menggunakan informasi tersebut untuk mendapatkan keuntungan, seperti meminta barang atau dukungan secara cuma-cuma.

**Dampak Negatif dan Solusi**

Perilaku playing victim dapat menimbulkan dampak negatif, seperti merusak suasana komunitas, menurunkan semangat bersepeda, dan menciptakan ketidaknyamanan dalam interaksi. Untuk mengatasi masalah ini secara konstruktif, beberapa langkah bisa diambil:

1. **Komunikasi Terbuka**: Berbicara dengan jelas dan terbuka tentang masalah yang ada dapat membantu menyelesaikan konflik dan mencegah kesalahpahaman lebih lanjut.

2. **Menetapkan Batasan**: Tegaskan batasan tentang apa yang dapat diterima dan tidak, serta jelaskan bahwa menyalahkan orang lain secara terus-menerus bukanlah solusi.

3. **Contoh Positif**: Berikan contoh positif dari pengalaman bersepeda yang sukses, di mana dukungan dan kolaborasi mengatasi masalah lebih efektif daripada drama atau konflik.

**Menjadi Observer yang Bijaksana**

Sebagai anggota komunitas sepeda, penting untuk memperhatikan perilaku ini dan berusaha memahami alasan di baliknya tanpa mudah terprovokasi. Kadang-kadang, kita juga bisa menjadi korban dari perilaku ini secara tidak sadar, jadi penting untuk tetap hati-hati dalam menilai dan berinteraksi.

**Kesimpulan**

Playing victim di komunitas sepeda adalah realitas yang bisa terjadi, tetapi dengan komunikasi yang baik dan sikap yang terbuka, kita bisa mengatasi masalah ini. Ingatlah untuk selalu berusaha memahami orang lain dan menetapkan batasan yang sehat. Dengan demikian, kita dapat menciptakan lingkungan bersepeda yang lebih harmonis dan menyenangkan bagi semua anggota komunitas.

---

Semoga versi ini memberikan penjelasan yang lebih jelas dan membantu Anda dalam memahami dan menangani perilaku playing victim di komunitas sepeda.





.......versi ke 2


Tentu, berikut adalah versi panjang dari cerita tentang "playing victim" dalam konteks komunitas sepeda dengan kerangka kerja yang lebih terstruktur:

---

**Playing Victim di Komunitas Sepeda: Memahami dan Mengatasi Tantangan**

Dalam komunitas sepeda, seperti halnya dalam banyak kelompok sosial lainnya, kita seringkali menemukan individu yang berusaha memanipulasi situasi untuk mendapatkan simpati dan perhatian. Istilah "playing victim" atau berlagak sebagai korban merujuk pada perilaku ini. Fenomena ini dapat memengaruhi dinamika kelompok dan mengganggu suasana yang seharusnya positif dan mendukung.

### **1. Memahami Playing Victim**

Playing victim adalah perilaku di mana seseorang berusaha untuk tampak sebagai korban dalam situasi tertentu, sering kali untuk menghindari tanggung jawab atau mendapatkan keuntungan pribadi. Dalam komunitas sepeda, fenomena ini bisa muncul dalam berbagai bentuk, seperti:

- **Mengalihkan Kesalahan**: Pelaku seringkali mencari alasan untuk menghindari tanggung jawab. Misalnya, jika sepeda mereka mengalami masalah, mereka mungkin menyalahkan kondisi jalan atau anggota kelompok lain, alih-alih mengakui bahwa masalah tersebut disebabkan oleh kekurangan perawatan sepeda mereka sendiri.

- **Drama Berlebihan**: Pelaku mungkin menggunakan narasi emosional untuk mendapatkan perhatian. Mereka bisa mengklaim bahwa mereka sering dirugikan atau tidak dihargai dalam kelompok sepeda, meskipun masalah yang dihadapi sebenarnya tidak sebesar yang digambarkan.

- **Memanfaatkan Kelemahan Orang Lain**: Pelaku seringkali memanfaatkan informasi tentang titik lemah anggota komunitas lainnya untuk keuntungan pribadi. Misalnya, mereka bisa meminta komponen sepeda secara gratis dengan alasan sepeda mereka "sangat buruk" dan "perlu diperbaiki."

### **2. Dampak Negatif dan Cara Mengatasi**

Perilaku playing victim dapat memiliki berbagai dampak negatif pada komunitas sepeda, termasuk merusak suasana komunitas, menurunkan semangat bersepeda, dan menciptakan ketidaknyamanan dalam interaksi sosial. Untuk mengatasi masalah ini secara konstruktif, beberapa langkah bisa diambil:

- **Komunikasi Terbuka**: Salah satu cara terbaik untuk mengatasi konflik adalah dengan berkomunikasi secara terbuka dan jujur. Diskusikan masalah yang ada tanpa menyalahkan dan berusaha untuk mencapai pemahaman bersama. Misalnya, jika seseorang terus-menerus mengklaim bahwa mereka tidak mendapatkan dukungan, bicarakan bagaimana mereka dapat memperoleh dukungan yang lebih baik tanpa harus berperilaku sebagai korban.

- **Menetapkan Batasan**: Penting untuk menetapkan batasan yang jelas dalam berinteraksi dengan pelaku playing victim. Jelaskan bahwa menyalahkan orang lain secara terus-menerus atau mencari simpati dengan cara manipulatif tidak dapat diterima. Ini dapat membantu menjaga suasana kelompok tetap sehat dan positif.

- **Contoh Positif**: Menyediakan contoh positif dari pengalaman bersepeda yang berhasil dapat memotivasi anggota komunitas lainnya untuk mengadopsi sikap yang lebih konstruktif. Ceritakan kisah sukses di mana dukungan dan kerja sama membantu mengatasi masalah dan meningkatkan semangat bersepeda.

### **3. Menjadi Observer yang Bijaksana**

Sebagai anggota komunitas sepeda, penting untuk memperhatikan perilaku playing victim dan berusaha untuk memahami alasan di baliknya. Kadang-kadang, kita juga bisa menjadi korban dari perilaku ini secara tidak sadar, jadi penting untuk tetap hati-hati dalam menilai dan berinteraksi. Berikut beberapa cara untuk menghadapinya:

- **Mendengarkan dengan Cermat**: Luangkan waktu untuk mendengarkan secara aktif ketika seseorang berbicara tentang masalah mereka. Terkadang, perilaku playing victim mungkin berasal dari rasa frustrasi atau kesulitan yang lebih dalam yang memerlukan perhatian dan dukungan.

- **Menetapkan Batasan yang Sehat**: Jika Anda merasa bahwa seseorang terus-menerus berusaha memanfaatkan Anda dengan cara playing victim, tetapkan batasan yang jelas. Misalnya, Anda bisa memberikan dukungan yang wajar tetapi menolak permintaan yang tidak adil atau tidak realistis.

### **4. Kesimpulan**

Playing victim di komunitas sepeda adalah realitas yang dapat mengganggu harmoni dan semangat kelompok. Namun, dengan komunikasi yang baik, batasan yang jelas, dan sikap yang positif, kita dapat mengatasi tantangan ini. Ingatlah untuk selalu berusaha memahami perspektif orang lain dan menjaga suasana komunitas tetap menyenangkan dan mendukung. Dengan demikian, kita dapat menciptakan lingkungan bersepeda yang harmonis dan produktif untuk semua anggota.

Penulis berharap bahwa dengan memahami dan mengatasi fenomena playing victim, anggota komunitas sepeda dapat lebih menikmati pengalaman mereka dan bekerja sama dengan lebih baik. Dengan semangat terbuka dan dukungan satu sama lain, kita bisa mengatasi tantangan ini dan menjadikan komunitas sepeda sebagai tempat yang lebih baik bagi semua.

---

Semoga versi panjang ini membantu dalam memahami dan menangani perilaku playing victim di komunitas sepeda dengan lebih mendalam.

Blog Edisi unggulan

KTF #10 Kendal, Rasa Pulang kembali ke Fedjo.

Dari perjalanan Jogja menuju Pantai Indah Kemangi, cerita camping, sampai pekerjaan rumah menjaga persaudaraan Federalist. Saya memang tidak...